Jumat, 18 Desember 2009




Ibu-ibu Tulang Punggung Kebersihan Kali Ciliwung

Mungkin hanya sedikit masyarakat kita yang sadar akan pentingnya arti kebersihan. Karena menurut mereka bersih itu penting yakni agar lingkungan tempat mereka tinggal agar terhindar dari segala macam jenis penyakit srta bahauya banjir dan dampak lainnya.

Saat kesadaran akan pentingnya kebersihan lngkungan melemah yang berakibat banjir ada sekelompok ibu di RW 7 dan RW 8 Kelurahan Lenteng Agung. Mereka aktif membersihkan lingkungan di bantaran hulu Kali
Ciliwung. Berikut informasinya:



Para ibu di RW 7 dan RW 8 Kelurahan Lenteng Agung dinobatkan sebagai tulang punggung kebersihan lingkungan oleh para warganya. Mereka yang tergabung dalam Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) aktif membersihkan lingkungan di bantaran hulu Kali Ciliwung.

Ketua RW 7 Sutarno mengatakan, awalnya pembersihan bantaran kali sulit dilakukan karena warga sendiri masih rendah tingkat kesadarannya. Namun, ketika ada larangan dari Pemprov DKI Jakarta untuk membuang sampah di bantaran kali, termasuk ke sungai, warga mulai mengerti. Bahkan, para ibu mulai memelopori.

"Penunjang di sini ibu-ibu. Karena mereka kan banyak di rumah. Mereka kreatif juga, contohnya siapa yang enggak ikut kerja bakti denda, tapi uangnya untuk kas," tutur Sutarno ketika ditemui di bantaran Kali Ciliwung, Sabtu (21/11).

Para ibu juga menjadi pegiat ketika lahan kosong di bantaran kali yang biasa dipakai sebagai tempat pembuangan sampah harus ditutup. Mereka membersihkan dan membakar sampah bersama.

Menurut Ketua PKK RW 7, Tri, para ibu pada dasarnya juga aktif dalam kegiatan Jumat bersih setiap dua minggu sekali. Di RW-nya ada sekitar 60-70 ibu-ibu yang aktif dan peduli membersihkan lingkungan. Mereka sendiri yang akhirnya merasakan manfaatnya secara langsung, baik untuk diri sendiri maupun keluarga.

"Tiap rakor kita sering didatangi puskesmas, dikasih tahu di RT ini yang kena demam berdarah sekian. Misalnya Lenteng Agung garis merah. Tapi kalau bersih jadi menurun," ungkap istri Sutarno ini.

Sementara itu, Narsiah, warga Jalan Camat Gabun II RT 3 RW 8, mengaku senang ketika disiplin tak membuang sampah ke kebun di bantaran kali. Sejak tiga bulan lalu, mereka sudah belajar disiplin membuang sampah di suatu tempat untuk segera diangkut oleh truk pengangkut sampah milik Pemprov.

"Ya kita senang juga, orang biar kalinya bersih," tuturnya.

 Referensi : www.KOMPAS.com tanggal 21 November 2009